Minggu, 05 Agustus 2012

DASAR-DASAR PEMAHAMAN TINGKAH LAKU

Apa yang dimaksud dengan :
a.      Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.
b.     Minat merupakan suatu keadaan dimana seseorang mempunyai perhatian terhadap suatu objek dan disertai dengan adanya kecenderungan untuk berhubungan lebih aktif terhadap objek tertentu.
c.      Perhatian adalah sebuah hubungan mental antara kita dengan sebuah barang atau informasi yang memasuki kesadaran kita dan membuat kita memutuskan untuk bertindak akan sesuatu atau tidak.
d.     Sikap adalah kondisi mental yang kompleks yang melibatkan keyakinandan perasaan, serta disposisi untuk bertindak dengan cara tertentu.

2.     apa yang mempengaruhi munculnya :
a.      motivasi, karakteristik psikologi manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang, hubungan antara kebutuhan, dorongan dan tujuan. Kebutuhan muncul karena adanya sesuatu yang kurang dirasakan oleh seseorang, baik fisologis maupun psikologis. Dorongan merupakan arahan untuk memenuhi kebituhan tadi, sedangkan tujuan adalah akhir dari satu siklus motivasi.
b.     minat yang timbul dalam diri seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri (faktor instrinsik) mapun faktor yang datang dari luar (faktor ekstrinsik). Crow and Crou yang dikutip oleh Prasetya (1999:11) menyatakan, ada 3 faktor yang mendasari timbulnya minat yaitu faktor dorongan dari dalam, faktor motif sosial dan faktor emosional. Minat timbul didahului oleh pengetahuan dan informasi, kemudian disertai dengan rasa senang dan timbul perhatian terhadapnya serta ada hasrat dan keinginan untuk melakukannya.
c.      Perhatian, informasi yang memasuki kesadaran yang didapat dari proses kognitif.
d.     Sikap, kecenderungan dan perasaan, curiga atau bias, asumsi-asumsi, ide-ide, ketakutan-ketakutan, tantangan-tantangan, dan keyakinan-keyakinan manusia mengenai topik tertentu.

3.     bagaimana proses munculnya :
a.      motivasi, terdapat suatu kondisi yang kemudian mendorong, merangsang, atau menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu.
b.     Minat, Seseorang yang memiliki bakat yang kuat kemudian akan berusaha mengembangkan bakat tersebut di lingkungannya dengan didasari oleh minat yang kuat pula.
c.      Perhatian, proses ini memiliki dua jenis proses, yaitu:
Ø  Proses otomatis tidak melibatkan kesadaran, misalkan mengarahkan pandangan pada rangsang yang menarik secara kognisi. Memperhatikan secara otomatis dilakukan tanpa bermaksud untuk memperhatikan suatu hal. Perhatian terhadap suatu hal atau tindakan dapat dibentuk sehingga menjadi otomatis (otomatisasi) melalui latihan dan frekuensi melakukan tindakan tersebut.
Ø  Proses terkendali biasanya dikendalikan oleh kesadaran, bahkan membutuhkan kesadaran untuk dapat mengarahkan atensi secara terkendali. Biasanya proses terkendali membutuhkan waktu lebih lama untuk dilakukan, karena dilakukan secara bertahap.
d.     Sikap muncul dari berbagai bentuk penilaian. Sikap dikembangkan dalam tiga model, yaitu afeksi, kecenderungan perilaku, dan kognisi. Respon afektif adalah respon fisiologis yang mengekspresikan kesukaan individu pada sesuatu. Kecenderungan perilaku adalah indikasi verbal dari maksud seorang individu. Respon kognitif adalah pengevaluasian secara kognitif terhadap suatu objek sikap. Kebanyakan sikap individu adalah hasil belajar sosial dari lingkungannya.

4.     peran apa saja yang dapat diberikan oleh kognisi, bakat, emosi dan psikomotor terhadap munculnya perilaku :
a.      peran kognisi : Teori kognitif Jean Piaget membahas munculnya dan diperolehnya skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini berpendapat bahwa kita membangun kemampuan kognitif kita melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan.
b.     peran bakat : merupakan interaksi dari faktor genetik dan lingkungan.
c.      peran emosi : adalah istilah yang digunakan untuk keadaan mental dan fisiologis yang berhubungan dengan beragam perasaan, pikiran, dan perilaku terhadap lingkungan.
d.     peran psikomotor : psikomotor terfokus pada tingkah laku seseorang (tindakan) terhadap lingkungannya.

5.     deskripsikan dan jelaskan jenis-jenis :
a.      bakat, ada beberapa jenis-jenis bakat, yaitu :
Ø  Kinetik Fisik (Bodily Kinesthic) Bakat dalam menggunakan badan untuk memecahkan masalah dan mengekspresikan ide serta perasaan. Ciri-cirinya: Menonjolkah ia dalam olahraga tertentu? Apakah ia tidak bisa duduk diam untuk waktu yang lama? Pandaikah ia menirukan gerakan badan atau wajah orang lain? Tangkaskah ia dalam kegiatan yang membutuhkan ketrampilan tangan, seperti origami (melipat kertas gaya jepang), membuat pesawat dari kerta, melukis, bermain dengan tanah liat, atau merajut? Apakah ia dapat menggunakan badannya dengan baik untuk mengekspresikan dirinya?
Ø  Bahasa (Linguistic) Bakat untuk menggunakan kata-kata, baik oral maupun verbal, secara efektif. Beberapa pertanyaan yang bisa membantu menetukan apakah anak berbakat di bidang ini atau tidak. Apakah ia bisa menulis lebih baik dari anak seusianya? Sukakah ia bercerita atau membuat lelucon? Sukakah ia membaca buku? Apakah ia bisa mengeja lebih baik dari anak seusianya? Apakah ia dapat mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan idenya secara baik?
Ø  Logika dan Matematis (Logical-Mathematical) Bakat untuk mengerti dan menggunakan angka secara efektif, termasuk mempunyai kemampuan kuat untuk mengerti logika. Ciri-cirinya: Apakah ia tak hentinya ingin tahu bagaimana alam dan benda-benda bekerja? Apakah ia suka bermain dengan angka? Sukakah ia akan pelajaran matematika di sekolah? Sukakah ia bermain dengan permainan asah otak seperti catur? Sukakah ia mengelompokkan benda-benda?
Ø  Musikalitas (Musical) Bakat untuk memahami musik melalui berbagai cara. Dibawah ini adalah beberapa pertanyaan yang membantu untuk menentukan apakah anak menunjukkan bakat musik yang menonjol: Pandaikah ia dalam menghafal lagu dan menyanyikannya? Dapatkah ia bermain alat musik? Sensitifkah ia terhadap suara-suara di sekitarnya? Apakah ia suka bersiul atau menggumam lagu?
Ø  Pemahaman Alam (Naturalist Intelligence) Mengenali dan menggolongkan dunia tumbuhan dan binatang, termasuk dalam memahami fenomena alam. Ciri-cirinya: Sukakah ia berceloteh mengenai binatang kesayangannya atau tempat-tempat yang disukainya? Sukakah ia bermain di air? Apakah ia suka ke kebun binatang, taman safari atau kebun raya? Apakah ia bermain dengan binatang peliharaannya? Apakah ia suka mengoleksi kumbang, bunga, daun atau benda-benda alam lainnya?
b.     Motivasi, memotivasi orang lain bukan sekadar mendorong atau bahkan memerintahkan seseorang melakukan sesuatu, melainkan sebuah seni yang melibatkan berbagai kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Paling tidak kita harus tahu bahwa seseorang melakukan sesuatu karena didorong oleh motivasinya. Ada tiga jenis atau tingkatan motivasi seseorang, yaitu:
Ø  Motivasi pertama adalah motivasi yang didasarkan atas ketakutan (fear motivation). Dia melakukan sesuatu karena takut jika tidak maka sesuatu yang buruk akan terjadi, misalnya orang patuh pada bos karena takut dipecat, orang membeli polis asuransi karena takut jika terjadi apa-apa dengannya, anak-istrinya akan menderita.
Ø  Motivasi kedua adalah karena ingin mencapai sesuatu (achievement motivation). Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu.
Ø  Sedangkan motivasi yang ketiga adalah motivasi yang didorong oleh kekuatan dari dalam (inner motivation), yaitu karena didasarkan oleh misi atau tujuan hidupnya. Seseorang yang telah menemukan misi hidupnya bekerja berdasarkan nilai (values) yang diyakininya. Nilai-nilai itu bisa berupa rasa kasih (love) pada sesama atau ingin memiliki makna dalam menjalani hidupnya. Orang yang memiliki motivasi seperti ini biasanya memiliki visi yang jauh ke depan. Baginya bekerja bukan sekadar untuk memperoleh sesuatu (uang, harga diri, kebanggaan, prestasi) tetapi adalah proses belajar dan proses yang harus dilaluinya untuk mencapai misi hidupnya.
c.      Sikap, Dalam pergaulan sehari-hari kita dapat menemukan dua sikap atau perilaku, yaitu perilaku positif dan perilaku negatif. Orang yang memiliki sikap negatif umumnya perilakunya tidak menyenangkan dan membuat orang lain merasa tidak kerasan bersamanya. Ia cenderung merugikan orang lain. Sebaliknya orang yang memiliki sikap positif umumnya kehadirannya didambakan, menyenangkan, dan orang merasa kerasan bersamanya. Kehadirannya cenderung menguntungkan berbagai pihak. Sikap positif mendukung hidup bersamanya.
Sikap psotof artinya perilaku baik yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma kehidupan yang berlaku dalam masyarakat. Sikap positif tercermin dalam :
Ø  Disiplin, suka bekerja keras, ulet, serta jujur.
Ø  Setia kawan, kekeluargaan, rela berkorban, selalu menyelesaikan tanggung -jawab dengan baik, penolong, berani membela kebenaran serta memiliki toleransi yang tinggi.
Ø  Hemat, gemar menabung, dan hidup sederhana.
Ø  Bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa dan selalu memohon pertolongan Tuhan setiap mengalami kesulitan.

Sedangkan sikap negatif ialah sikap yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma kehidupan yang berlaku dalam masyarakat atau bahkan bertentangan. Sikap ini tercermin dalam :
Ø  Kemalasan, mudah tersinggung, merasa paling berkuasa, emosional, serta suka memaksakan kehendak.
Ø  Ceroboh, tidak tertib, dan tidak disiplin.
Ø  Rendah diri, cemburu, dan pemalu.
Ø  Boros serta bergaya hidup mewah.
Ø  Tidak bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

6.     untuk keperluan jenis belajar, motiv jenis apakah yang perlu ditumbuhkembangkan pada siswa ?
Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:
Ø  Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
Ø  Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.

untuk keperluan jenis belajar terutama dikalangan siswa-siswa sekolah, motiv yang paling tepat untuk ditumbuhkembangkan lebih lanjut adalah motiv jenis yang kedua, yaitu motiv karena ingin mencapai sesuatu (achievement motivation). Motivasi ini jauh lebih baik dari motivasi yang pertama, karena sudah ada tujuan di dalamnya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu. Dengan adanya motiv ini seorang siswa akan terpacu semangatnya dalam belajar dengan giat dan rajin karena ada sesuatu hal yang ingin diaraihnya, yaitu suatu prestasi yang memuaskan. Misalnya seorang siswa sdah memiliki tujuan yang jelas, seperti harus menjadi juara dalam olimpiade atau juara kelas, maka ia akan ter motivasi otomatis dan akan sekuat tenaga meningkatkan strategi belajarnya untuk mencapai tujuannya itu.

7.     cara-cara apa yang dapat digunakan konselor untuk meningkatkan motivasi belajar siswa ?
usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh seorang konselor untuk meningkatkan motivasi belajar siswa diantaranya dengan mengadakan berbagai macan bentuk bimbingan, yaitu : bentuk bimbingan yang meliputi bimbingan pribadi,bimbingan sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karir yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara maksimal, pelaksanaan tersebut di tempuh dengan beberapa usaha yaitu melalui usaha preventif yaitu usaha memelihara dan membina suasana dalam mencegah tingkah laku yang tidak diinginkan, usaha kuratif yaitu usaha untuk mencari tahu pelanggaran yang dilakukan siswa dengan metode pengumpulan data dan informasi, usaha represif yaitu usaha penanganan kenakalan siswa berupa pembinaan atau sebuah upaya untuk menindak perilaku kenakalan siswa dengan memberikan hukuman. Hasil yang dapat diambil dari peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan motivasi belajar sudah baik apabila ditandai peningkatan para siswa yang kembali bersemangat dalam belajar dan juga peran guru bimbingan dan konseling tidak hanya memperhatikan siswa-siswa yang melanggar kedisiplinan tetapi juga memperhatikan tentang prestasi belajar setiap murid.

8.     bolehkah konselor menghapus bakat siswa ? berikan penjelasan jawaban anda !
seorang konselor tidak boleh menghapus bakat siswa. Karena justru kebalikan dari itu, tugas seorang konselor adalah untuk menumbuhkembangkan potensi yang dimiliki oleh seorang siswa. Seorang konselor perlu melakukan berbagai usaha atau tindakan untuk memenuhi kebutuhan siswa, misalnya :
Ø  Usaha untuk memenuhi kebutuhan mendapatkan status
¨     Mengembangkan bakat khusus remaja dengan berbagai rangsangan dan menghargai prestasi mereka dalam bakat khusus tersebut. Memberikan penghargaan kepada siswa disesuaikan dengan kecepatan dan prestasi mereka masing-masing.
¨     Menghindari pemberian motivasi dengan membandingkan siswa secara individu baik dalam prestasi akademis maupun bakat khusus.
¨     Tidak menuntut siswa berprestasi sama, walaupun waktu, guru dan metode belajar yang sama.
Ø  Memenuhi kebutuhan untuk mandiri
¨     Memotivasi siswa membuat rencana atau program untuk pemgembangan bakat atau potensi mereka.
¨     Memberi kesempatam siswa untuk mengemukakan ide-ide mengambil keputusan, membentuk kelompok dan program pengembangan bakat.
¨     Memberi penghargaan atau penguatan kepada kelompok siswa yang kreatif dalam belajar misalnya menemukan sendiri bahan belajar yang relevan dari berbagai sumber yang tidak semata-mata kepada materi yang diajarkan guru.
Ø  Memenuhi kebutuhan Berprestasi
¨     Memberikan penilaian kalau siswa telah menguasai bahan yang dipelajarinya sehingga semua siswa mendapat nilai baik.
¨     Memotivasi dengan cara membandingkan prestasi sebelumnya dengan prestasi yang sekarang, jika seorang siswa itu menunjukkan penurunan prestasi. Dengan demikian siswa bersangkutan dapat memahami atau berkeyakinan diri yang kuat bahwa ia saat sekarang juga harus berprestasi sebagaimana yang pernah dicapai atau diraihnya pada masa lampau.
¨     Membantu siswa mengembangkan bakat-bakat khusus secara serius, sehingga prestasi bakat khusus mereka dapat dibanggakan dalam kelompok.
Ø  Memenuhi Kebutuhan untuk Diakrabi
¨     konselor harus membina kedekatan fisiologis dengan siswanya, dengan cara membantu mereka mengatasi kesulitan dalam belajar maupun kesulitan permasalahan pribadinya.
¨     Selalu bekerjasama dalam berbagai kesempatan, menyusun program dan pengembangan bakat.
Ø  Memenuhi Kebutuhan filsafat hidup
¨     Memberikan informasi tentang nilai kebenaran dalam kehidupan melalui berbagai kegiatan konseling yang terkait seperti agama, seni dan ilmu sosial.
¨     Menjadikan konselor dan teman mereka sebagai model karena telah menerapkan nilai kebenaran, agama dan ilmu pengetahuan dalam kehidupannya.
¨     Melakukan bimbingan dan konseling kelompok atau individual untuk membentuk keyakinan dan keterampilan memecahkan masalah kehidupan dengan cara-cara bernilai moral dan kebenaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar